SELAMAT DATANG DI KABUPATEN TABALONG

suara masyarakat daerah Tabalong utara

kabupaten Tabalong

Senin, 18 April 2011

asal mula nama kampung

      ASAL MULA NAMA KAMPUNG LIANG TAPAH

Liang tapah adalah nama sebuah kampung di utara kaki gunung batu kumpai Desa Garagata  kecamatan Jaro kabupaten Tabalong kalimantan selatan ,adapun liang tapah berasal dari kata liang yang berarti rongga yang menyerupai goa  sedangkan tapah adalah nama sejenis ikan yang hidup didaerah air tawar daerah tersebut yang sekarang sudah sangat langka .Dan penggabungan dua kata itu menjadi Liang tapah yang berarti goa tapah.

Awal cerita yang dituturkan sejak turun temurun oleh masyarakat sekitar daerah tersebut  mengatakan , dahulu hiduplah seorang pemuda yang rajin dan taat beribadah bernama  Salman ,padahal  daerah tersebut saat itu masih berupa belantara yang banyak terdapat kayu jenis ulin dan tubuhan besar dan liar .sedangkan asal muasal Salman sendiri tidak diketahui berasal dari daerah atau benua mana .

Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya Salman bercocok tanam padi dan berberapa jenis sayuran sedang untuk tempat berlindung dari segala cuaca dan perlindungan dari segala ancaman binatang buas yang masih banyak terdapat didaerah tersebut .Salman membuat gubuk dari rautan batang-batang ulin sebagai tiang penyangga dan bahan kayu lemah lain sebagai pelengkap bangunan gubuknya .

Waktu terus berputar hari berganti hari minggu berganti minggu dan bulan berganti bulan tak terasa tahunpun turut berganti ,satu demi satu penduduk  bertamabah walau masih jauh jaraknya dari daerah tersebut  namun satu-satu orang mulai mengenal  Salman yang baik hati rajin dan taat beribadah .

Sore menjelang magrib Salman duduk tenang menerawang diemperan gubuk yang dibuatnya ,pandangannya kosong bagai tak memikirkan sesuatu apapun Namun jauh didasar lubuk hatinya .angannya terus menembus belantara ulin dan pepohonan yang tumbuh liar disekeliling gubuknya “ kapan aku mampu membuka lahan ini untuk membuat sebuah persawahan , yang mampu menghasilkan bahan pangan yang cukup untuk kehidupanku hari-hari kedepan ,sedang aku tak memiliki segala peralatan yang memadai untuk itu “kata-kata itu terus bergolak dalam sanubarinya .

Selesai melaksanakan shollat magrib sudah biasa bagi Salman untuk memanjatkan doa dan membaca ayat-ayat suci Alqur`an sebagai tanda puji syukur kepada sang pencifta ,tak jarang suaranya membaca Alqur`an ini terdengar hingga dikampung tetangga padahal menurut Salman sendiri dia biasa saja mengeluarkan suaranya dalam  membaca Alqur`an .
Suara membaca Alqur`annya inilah yang membuat warga kampung tetangga sekitar tertarik untuk menjadikanya guru mengaji Alqur`an untuk anak-anak kampung tersebut.dan hal ini disambut baik oleh salman dia bersedia mengajari anak-anak sekitar daerah kampung tersebut untuk membaca Alqur`an dan shollat serta bimbingan amal saleh.

Kehidupan yang seperti ini terus dilakoni oleh Salman hingga tak terasa usianyapun terus bertambah namun belum juga terbersit dalam hatinya untuk berumah tangga atau mencari pendamping dalam menjalani hidup.

Disamping bercocok tanam Salman juga gemar mencari ikan dengan “ menggagap “ ( menangkap ikan dengan tangan tanpa bantuan alat  ) serta memasang “ lukah “ ( sejenis perangkap yang di buat dari rautan –rautan bambu kecil berbentuk lingkaran panjang hampir 2 meter )

Suatu ketika pagi-pagi sekali Salman selesai menunaikan shollat subuh bergegas kebelakang gubuknya untuk mengambil “ Lanjung “ ( sejenis ransel yang besar dan tinggi hampir separo tinggi manusia terbuat dari rotan yang dianyam ) yang memang sengaja diletakan di situ untuk wadah jika sewaktu – waktu mencari ikan atau bahan kebutuhan hidup lainnya di hutan daerah tersebut..

Dengan “ Lanjung “ digendongan dan sebilah parang dipinggang pemberian warga salman berangkat  untuk menjenguk “ lukah “ yang dipasangnya kemarin sore dengan harapan mendapatkan ikan yang banyak untuk sebagian dijual kepasar dan sebagian untuk lauk dirinya sendiri dan anak-anak ,yang biasanya suka makan bersama selesai mengaji digubuknya.

Tak berselang begitu lama Salman berjalan menyusuri sungai yang berair begitu jernih salman dikejutkan suara gemerosak dan daun-daun pakis yang bergoyang hebat oleh satu binatang air yang belum tampak mata olehnya karena memang jarang dari Salman berjalan masih cukup jauh .Dan untuk sementara peristiwa itu tak digubris oleh Salman yang ia pikirkan hanya bagaimana secepatnya sampai di mana tempatnya memasang perangkap kemarin sore.

Alangkah terkejutnya Salman saat sampai di tempat ia memasang perangkap kemarin sore .” Ya Allah ......binatang apa yang sanggup membobolkan lukakahku ini ...! “ teriaknya saat itu.
Sambil perlahan memeriksa perangkapnya yang cukup besar itu salman terus berfikir  ikan apa yang sebesar ini yang mampu keluar dan membobol perangkapnya ....?

Dengan hati penuh pertanyaan akhirnya salman memungut perangkap “ Lukah”nya untuk dibawa pulang dan diperbaiki,namun saat melewati daerah yang dilihatnya ada gemerosak tadi Salman terhenti dan berpikir “apa binatang yang lewat disini tadi yang merusak  lukahku ....? lirih batinnya berkata.

Ingin hati Salman menyusuri sungai yang menyerupai danau itu dan mengetahui binatang apa gerangan yang bergemerosak dan membuat daun-daun pinggir danau tersebut bergoyang kuat pagi tadi ,namun niat itu untuk sementara diurungkannya karena waktu sudah beranjak siang sedangkan ia harus menyirami tanaman jagungnya yang mulai berbunga dan buah yg masih kecil.

Sampai digubukpun hati salman tetap tak tenang dan terus merasa penasaran dengan apa yang dialaminya saat itu,hingga dalam melakukan kegiatannya Salman terlihat gelisah dan kurang nyaman .

Tak terasa matahari terus bergulir meninggakan ketinggiannya kesebelah barat  Salman bertekat untuk menyusuri danau yang rimbun oleh tumbuhan pakis dan berbagai tumbuhan liar lainnya untuk mencari tau jejak apa gerangan yang membobol lukahnya dan membuat daun-daun bergoyang pagi tadi .” mudahan aku dapat menemukan jawaban atas kepenasaranku tadi “ ujarnya dalam hati.

Sekian lama Salman berputar-putar disekitar danau tempat suara gemerosak dan goyangan daun-daun pakis tadi . namun, ia belum menemukan jejak atas apa yang dialami tadi pagi dan tak menemukan jawaban atas rasa penasarannya itu ,hingga mataharipun mulai bersiap-siap menjemput petang dan megapun mulai memerah diatas gunung batu kumpai.akhirnya diputuskannya untuk menunda pencarian dan akan dilanjutkan esok hari.

Ditengah malam musim kemarau itu Salman bermimpi bertemu dengan seseorang yang tak dikenalnya yang berpakaian ala pengawal kerajaan lengkap mendatangi gubuknya dan berkata seolah memberikan petunjuk kepada Salman “ susurilah danau dan sungai yang berbatu hingga sampai  di kaki bukit ,niscaya akan kau temui jawaban atas apa yang menjadi ganjalan dan pertanyaan dalam hatimu “ sampai disitu Salman terkejut dan terbangun dari tidurnya ...” Astgfirullah hal azim......apa maksudnya susurilah sungai sampai kekaki bukit .....? “ ucap Salman seolah mempercayai bahwa mimpinya itu merupakan sebuah petunjuk.

Kembali pagi-pagi buta Salman tanpa pikir panjang lagi, pagi itu dilangkahkan kakinya sesuai dengan apa yang terjadi dalam mimpinya tadi malam disusurinya sungai hingga kekaki bukit yang dimaksud orang dalam mimpi itu. Benar saja .....tak berselang lama matanya dikagetka oleh ombak air yang begitu besar dan ada alur ombak yang menghilang di kaki bukit berbatu kapur . didekatinya alur air itu hingga terkaget-kagetlah mata Salman dengan apa yang dilihatnya .

Sekelebat seekor ikan besar yang menyelinap masuk kedalam sebuah liang sempat terlihat oleh ekor mata Salman seolah tak mempercayai deangan penglihatannya sambil mengusap mukanya dengan air danau mulutnya bergumam itukah makluh yang dimaksudkan oleh orang dalam mimpiku tadi malam.
Didekatinya liang yang menjadi persembunyian dan rumah ikan itu oleh Salman dengan hati-hati sambil berfikir bagaimana cara menangkap ikan itu dan bila dapat nantinya bakal ia bagikan kepada para muridnya mengaji serta warga kampung tetangga janjinya dalam hati .

Setelah hampir sepeminum kopi ,setelah lelah berfikir dan  selesai meneliti seputaran daerah liang tersebut salman perlahan meninggalkan tempat itu sambil tak henti berfikir bagaimana caranya ia bisa menangkap dan mendapatkan kan ikan tersebut mumpung saat ini masih dalam musim kemarau .

Digubuknya yang sudah mulai terlihat tua itu duduklah Salman menyandarkan tubuh penatnya ia sudah tak mau melakukan kegiatannya seolah tak bersemangat ,yang ada hanya satu dalam fikirannya bahwa ia harus dapat menangkap ikan yang dilihatnya memasuki sebuah liang tadi pagi.” Aku harus bangun lebih pagi lagi.......” Salman berucap dalam hati “ akan ku intai ikan itu keluar dan akan kujaga dimuara sebelum ia kembali masuk ,dan hanya itu kesempatan aku menangkapnya dengan parang ,...” tiba-tiba timbul dalam fikirannya rencana itu.

Hingga larut malam angan si Salman ini terus teringat akan peristiwa siang itu,antara nyata dan tidak  ia didatangi oleh sepasang manusia berpakaian aneh dengan raut wajah sedih , sang perempuan seolah menatap penuh permohonan terhadap Salman “ aku mohon jangan kau teruskan niatmu itu ,...” sebelum orang tersebut lenyap dan hilang tak berbekas.Salman kebingungan dengan apa yang dialaminya pada tengah malam itu ,hingga tak dapat memejamkan mata sekejap pun sampai subuh menghampiri.

Diambilnya lanjung yang biasa di letakan di belakang gubuknya ,dengan sebilah parang yang telah di asahnya dengan tajam , Salman berangkat dengan tekad mendapatkan ikan besar yang dilihatnya beberapa waktu lalu ,walau suasana masih berselimut kabut dengan langkah tajam lelaki paruh baya itu berangkat menyusuri sungai dengan telanjang kaki menuju muara liang dimana dilihatnya ikan besar yang masuk kedalamnya bebrapa waktu yang lalu .

Tak berselang lama Salman sampai juga dimuara liang tersebut,dengan sigap diturunkannya lanjung dan dihunusnya parang yang terselip dipinggang sejak tadi sambil mengendap-endap perlahan mendekati muara liang penuh waspada sambil matanya meneliti jejak disekitarnya .ia yakin sekali bahwa ikan itu saat ini masih ada di luar liang karena matanya menangkap beberapa dedaunan pakis ada yang rebah condong berlawanan dengan muara liang itu perlahan Salman kembali keposisi dimuara liang dan bersiap-siap menyongsong kembalinya sang ikan ke liangnya.

Dari tempatnya mengendap Salman melihat ada gerakan-gerakan lebut pohon pakis disekitar puluhan meter didepannya .getar jantungnya semakin bergetar hebat ketika gerakan itu semakin mendekati dimana dia berada dan menambah keyakinannya bahwa ikan itu bakal kembali keliangnya..

“grubas .grubas....crock...crock...” berkali-kali suara itu terdengar di muara liang ,air memerah mengalir di tempat tersebut .terlihat seekor ikan menggelepar meregang nyawa tepat di muara liang diiringi senyum mengembang dari seorang lelaki paruh baya penuh kepuasan dan kemenangan karena mampu menangkap ikan yang sangat besar yang dianggapnya satu pekerjaan mulia.
Diseretnya ikan besar yang mati itu dipotong-potongnya dan dimasukan kedalam lanjung yg telah disiapkan oleh Salman .

Sesampainya di gubuk Salman memperkecil potongan –potongan ikan yang ia dapatkan dihitung sesuai jumlah rumah warga dan jumlah orang di kampung tetangga tersebut “ darimana kau dapatkan ikan sebesar ini hai guru “,  tanya seorang warga menanyakan dan menyebutkan nama panggilan untuk Salman sebagai guru mengaji di kampung tersebut .diceritakan oleh Salman proses mendapatkan ikan itu .” tepat di muara liang ikan itu berhasil ku dapatkan “ ucap Salman pendek menyahut pertanyaan warga itu.

“ Wah ini namanya ikan tapah “ salah satu warga berseru menyebut nama jenis ikan yang sedang dibagikan oleh salman ke penduduk warga kampung tetangga tersebut .
“Alhamdulillah ini berkat dari Allah , Aku mendapatkannya dengan mudah , sebaiknya kampung kita ini sekalian saja kita namakan dengan nama LIANG TAPAH “ ucap Salman yang sambut dengan anggukan tanda setuju oleh beberapa warga serta ada yang berucap “ Barrakkallaaah “ dan akhirnya nama kampung tersebut hingga kini masih dikenal dengan kampung liang tapah.

Didekat lokasi liang itu sekitar 25 m masih ada luk yang biasa ditempati oleh ikan tapah berdiam diri dan dinamakan luk hijau,bahkan menurut keterangan beberapa warga sampai saat ini  kadang-kadang masih terlihat mahluk ikan itu sesekali menampakan diri di muara liang tersebut  namun hanya orang-orang tertentu yang mampu melihatnya ,dan diyakini bahwa yang tampak tersebut adalah ikan tapah pasangan dari ikan yang berhasil di tangkap oleh sahman ....@ 


1 komentar:

  1. mantap inpox....... biar lebih mengenal banua surang tu

    BalasHapus